Bahaya dari berpikir positif

Disclaimer: Artikel ini terinspirasi dari artikel di blog nya om mark manson : https://markmanson.net/why-you-procrastinate

artikel tersebut adalah tentang mengapa kita menunda.

Salah satu poin dalam artikel tersebut adalah kita menunda karena kita berpikir positif.

Lah kok bisa berpikir positif di salah-salahin. dari jaman pra sejarah sampe sekarang kan manusia bisa berkembang karena berpikir positif ???

Kalau dipikir-pikir. berpikir positif memang dapat meningkatkan daya tahan kita dan daya semangat kita sejenak. misal kita mikir, wah aku kan udah belajar, pasti aku bisa ngerjain soal-soalnya.

Atau wah aku udah berlatih di depan kaca, aku pasti bisa menguasai interview nanti !.

Ya dan seketika kita menjadi semangat bahkan sampai mungkin menjadi super saiya sangking semangatnya.

Problematika dari berpikir positif adalah: kita tidak punya kendali terhadap masa depan, sedangkan, berpikir positif membuat kita menjadi memiliki suatu ekspektasi positif terhadap apa yang sedang kita kerjakan.

sekali ada hal meleset dari yang kita harapkan, kita bakal jadi kaya goku yang sedang jadi super saiya 3 tau tau jadi manusia biasa. atau Luffy yang tau tau nyebur ke laut.

Misalkan saja, kita merasa sudah berlatih untuk public speaking,  kemudian saat demam panggung kita mencoba menyemangati diri dengan positif thinking. ketika kita sekali saja nanti meleset misal salah mengucapkan kata, itu akan menjadi snowball effect yang mungkin justru menghancurkan perfoma kita secara keseluruhan.

Selain juga, dalam hal yang berkaitan dengan profesi atau pekerjaan. dengaan berpositif thinking kita menjadi memiliki sebuah beban tersendiri.

Misal ketika sedang akan bekerja dan saya mencoba positif thinking bahwa saya programmer yang cukup capable untuk menghandle problem kompleks.

Saya justru akan melihat semua problem itu kompleks. Saya ingin merasa bisa live up terhadap ekspektasi diri saya sendiri bahwa saya seorang programmer yang bisa menyelesaikan masalah kompleks. Meskipun, sebenernya masalahnya itu tidak kompleks.

Ini berhubungan juga dengan burnout saya rasa.

Ketika dulu saya memulai programming sebelum saya menjadikanya karir, saya merasa diri seorang noob, dan hal tersebut benar benar saya ilhami dan saya tidak merasa diri professional.

Jadi ya sudah, saya tidak punya beban untuk membuat sesuatu yang keren. saya hanya membuat apa yang saya suka dengan cara yang saya suka.

Mungkin salah satu jeleknya iklim open source sekarang adalah orang berlomba lomba untuk memposting repo dengan codebase yang keren di github. Dan saya merasa itu justru menghilangkan aspek fun programming itu sendiri dan rasanya membuat side project itu jadi profesi kedua, alih-alih menjadi hiburan.

Oh ya, sebenernya ini ada sambunganya dengan artikel sebelumnya juga sih, tapi saya sudah menerapkan duluan sebelum baca tulisan om mark manson diatas.

Jadi, kenapa salah satunya mungkin kalian melihat tulisan di blog ini itu kayak ga ada editor atau proses editingnya, ya memang. Saya saat ini sedang menulis karena saya suka dan senang saja, bukan untuk mempublikasi menjadi buku atau karya ilmiah.