The Pain of Incompetence: Kenapa belajar sesuatu yang baru itu susah

Ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu dan kita merasa ahli, maka akan sangat susah untuk kita dapat termotivasi untuk mempelajari hal baru.

Kenapa ? karena rasa incompetence atau ketidakbisaan itu memang menyakitkan.

Apakah ini unique hanya untuk orang orang yang sudah ahli dan kemudian mempelajari hal baru ?

tentu saja tidak. rasa sakit terhadap ketidakahlian / incompetence ini dirasakan semua orang yang baru mulai belajar. bedanya adalah ketika kita baru mulai belajar sesuatu dan kita belum mempunyai karir, taruhan rasa sakit nya lebih besar: antara rasa sakit untuk belajar atau rasa sakit untuk tidak dapat memiliki karir ataupun pekerjaan.

Ketika kita sudah memiliki karir atau pekerjaan. ketika kita ingin belajar sesuatu yang baru, rasa sakit untuk tidak dapat memiliki karir ataupun pekerjaan itu sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah rasa sakit terhadap ketidakbisaan / incompetence itu.

Apalagi kalau yang kita coba pelajari adalah untuk career switch atau pindah bidang pekerjaan. misalnya seorang akuntan yang sedang belajar programming. Rasa sakitnya akan lebih besar karena membandingkan pekerjaan accounting yang bagi dia membosankan tapi dia ahli dan mudah mengerjakanya, atau harus belajar ngoding yang dia merasa tidak ahli dan entah akan mendapat karir atau tidak.

Maka kemudian dia memilih, memilih rasa sakit mengerjakan sesuatu yang baginya membosankan sehari hari ketimbang rasa sakit terhadap ketidakbisaaan. pada akhirnya, kehidupan adalah soal memilih rasa sakit yang ingin diambil.

Ini juga berlaku dalam belajar sesuatu yang baru di suatu bidang. katakanlah seseorang yang sudah sangat ahli dalam pemrograman Javascript, akan mengalami dilema yang sama ketika akan belajar bahasa pemrograman atau framework baru. selalu membandingkan dengan kenyamanan yang sudah ada. bahasa sok englishnya, why bother learning something new ?

Tentu belajar yang dimaksud disini adalah belajar yang belajar, bukan belajar untuk lulus. sebenarnya kenapa sistem kuliah itu work dan sistem sekolah SD-SMA itu lebih work, yaitu karena ada Pain atau rasa sakit lain: rasa sakit dianggap bodoh ketika tidak dapat naik ke jenjang atau kelas berikutnya. Di kuliah rasa sakit ini semakin berkurang karena tentu rasa tidak lulus mata kuliah dan harus mengulang semester depan sangat beda dengan rasa tidak naik kelas.

Namun sebenarnya ada yang kita lupa, biasanya, dalam fase belajar untuk karir, kita masih ada di fase dimana kita tidak memikirkan karir. misalkan kita pada waktu itu masih SMA. belajar tidak terasa berat karena kita mempelajari yang kita senangi, dan sama sekali tidak ada tujuan untuk karir. benar benar belajar untuk dan atas keinginan diri sendiri.

Apakah ini adalah sebuah pengetahuan yang baru ? tentu saja tidak. bahkan Imam Syafii seoarang ulama hebat dan pembelajar hebat pernah berkata:

Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan

sebenarnya kalau kita ulik kenapa belajar itu melelahkan, salah satunya adalah karena rasa tidak kompeten. dan semakin kita ahli terhadap sesuatu semakin kita suka belajar sesuatu tersebut. Maka kalau kata suatu iklan e-commerce : Mulai aja dulu. justru Mulai itu lah hal yang paling sulit dilakukan. Mulai yang benar benar konsisten dan tidak hanya sekali dua kali coba kemudian menyerah